Bersyukur dan Ikhlas

Oleh: Soni Tamonob

Cerpen57 Dilihat

Pukul 04.30 WITA suara alarm jam berdering dengan keras sebgai pengingat agar Riko segera bangun. Sudah sebulan ini Riko ditugaskan oleh Dinas Pendidikan untuk mengajar di sebuah sekolah yang berada di daerah tertinggal sehingga setiap hari Riko harus bangun subuh untuk mempersiapkan diri pergi ke tempat dia mengajar. Riko adalah seorang yang memiliki profesi sebagai seorang guru dan tinggal di kota karang. Sekolah Riko bekerja bernama SMA Negeri Tefmo. Tempat Riko mengajar adalah sebuah daerah yang memiliki masalah akses yang tidak baik atau bisa dikatakan sangat jelek, memiliki jalan yang tidak beraspal dan berlumpur. Tantangannya tdiak hanya di situ saja tetapi disertai dengan banyak sekali tanjakan yang begitu terjal sehingga sangat membutuhkan adrenalin yang bagus. Setiap pulang kerja Riko selalu mengeluh dan mengomel dalam hati sebagai tanda tidak menerima tugas yang diberikan namun apalah daya karena ditugaskan oleh dinas terkait.

Di sekolah tersebut sudah terlebih dahulu beberapa guru yang mengabdi beberapa tahun lamanya, ada yang sudah tiga tahun, lima tahun, 10 tahun, bahkan balasan tahun. Setiap hari mereka selalu pergi ke sekolah untuk menjalankan tugas tanggung jawab. Riko senantiasa mengamati teman-teman gurunya yang lebih banyak adalah wanita. Ketika sampai di sekolah mereka selalu ceria bahkan bersenda gurau meskipun terlihat dari wajah mereka sangat kelelahan tapi semangat mereka untuk mengajar sangat tinggi.  Dibandingkan dengan Riko sepertinya tidak ada semangat dan niat untuk menjalankan tugasnya sebagai guru, setiap sampai disekolah ia selalu duduk melamun dan memikirkan kapan baru semua ini bisa berubah.

Ketika sedang duduk termenung datanglah seorang guru yang bernama Sinta menepuk bahunya. Sontak membuat Riko terkejut. Sedang apa kamu di sini, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, ujar Sinta. Ketika diberikan pertanyaan demikian maka Riko pun mulai menceritakan semua yang sedang dirasakan dan yang ada dalam pemikirannya. Ketika mendengarkan cerita Riko, maka Sinta pun mulai memberikan nasihat dan membagi pengalamannya selama 10 tahun ia mengajar. Ia menceritakan bahwa setiap guru yang ditugaskan untuk mengajar di SMA Tefmo pasti merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Riko, namun kuncinya adalah mensykuri semua yang ada, Ikhlas dan tulus dalam menjalankan tugas, dan yang terutama adalah menjadikan semua warga sekolah sebagai keluarga sehingga terciptanya rasa kekeluargaan yang begitu erat dan suasana hati bisa berubah. Dengan cara demikian maka Riko akan meraskan apa yang dirasakan oleh bapak ibu guru yang lain.

Sejak saat itu Riko mulai mengikuti apa yang menjadi nasihat Sinta sehingga ia mulai rajin menjalankan tugas tanggung jawabnya dengan penuh semangat. Riko mulai menyadari bahwa tidak semua keadan dalam hidup selalu harus yang baik, namun bersyukur dan ikhlas menjalani adalah kunci untuk mengubah hal yang tidak baik menjadi baik.

 

 

*Penulis, Soni F. Tamonob, S.Pd., M.Pd adalah guru di SMAN 2 Taebenu. Penulis lahir di Bokong pda 12 Juli 1992.

Soni F. Tamonob, S.Pd., M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *