Di tanah tertinggal, jejak langkah kecil anak-anak berjuang untuk belajar dengan semangat yang tak pernah padam. Mereka melangkah maju meskipun terisolasi. Seakan tak peduli semua itu.
Guru yang berdedikasi dengan hati yang tulus, memberikan ilmu meski dengan sumber daya terbatas. Mereka berjuang untuk membuat perbedaan di tengah keterbatasan yang menghimpit.
Di dalam kelas yang sederhana mereka belajar dengan tekun dan sabar. Meskipun tanpa internet dan fasilitas yang memadai dan bahkan layak mereka tetap berjuang untuk mencapai impian. Jejak langkah kecil di tanah tertinggal menjadi simbol harapan dan ketabahan. Mereka tak menyerah sedikit pun meski terisolasi. Mereka terus melangkah dengan semangat yang tak pernah padam. Dalam keterbatasan, ada kekuatan untuk terus berjuang dan mencapai impian yang sudah lama terpendam di hati paling dalam mereka amsing-masing. Mereka hendak membuktikan bahwa dengan semangat membara mereka bisa mengatasi keterbatasan.
*Penulis, Semuel Patimang, ST. lahir di Sangbua’pada 12 April 1975. Penulis saat ini mengajar di SMA Negeri 2 Taebenu.
